Dulu orang kalau mau mencari informasi, biasanya buka Google, tinggal ketik apa yang dicari, lalu mengunjungi salah satu website yang sekiranya relevan dengan yang ia cari. Misal, seorang penggemar MotoGP ingin tahu kapan balapan Mandalika tahun ini berlangsung, ia tinggal searching dengan kata kunci “jadwal balapan motogp Mandalika”.

Sedangkan sekarang? Dengan maraknya platform video yang makin diminati, dan juga perkembangan AI yang pesat, tampaknya Google makin jarang diminati. Dulu orang mencari tutorial, buka Google, sekarang lebih nyaman lewat video. Jujur saja, memang lebih mudah dipahami melihat gambar bergerak untuk mempelajari suatu hal, kemtimbang hanya dengan membaca teks dan melihat gambar statis.

Memang sih menurut pendapat pribadi lebih praktis melihat video, ketimbang membaca artikel, entah itu tentang berita maupun tutorial tertentu. Kita tidak perlu membaca teks panjang-panjang, tinggal dengarkan narasi dari video.

Lalu apakah blog sekarang masih diminati? Kalau kita melihat lima tahun ke belakang, ketika kita mencari suatu informasi, hasil pencarian masih didominasi dengan blog-blog. Coba bandingkan dengan sekarang, hasil pencarian didominasi dengan website besar, youtube, tiktok, situs marketplace. Belum lagi fitur AI overview yang semakin mempermudah kita. Dengan AI overview ini, ketika kita mencari sesuatu di Google, AI dari Google langsung mencarikan informasi buat kita, kemudian merangkumnya dengan gaya bahasa khas AI.

Dengan dominasi hasil pencarian seperti itu, sepertinya tidak ada ruang untuk situs blog muncul di situs pencarian. Ya ada sih, cuma sedikit sekali, tidak seperti dulu. Orang-orang yang dulu main blog juga sudah pindah ke bisnis lain. Ada yang beralih menjadi Youtuber, affiliator, hingga jualan online di marketplace.

Memangnya siapa yang mau bertahan nge-blog terus-terusan, dengan persaingan yang semakin ketat, semakin susah menembus peringkat atas di hasil pencarian Google. Belum lagi postingan kita belum tentu diindeks Google (dulu blog gampan diindeks Google, sedangkan sekarang susah, apalagi blog baru yang belum punya kredibilitas). Siapa juga yang mau bikin artikel panjang, tetapi malah tidak diindeks Google. Bagi blogger yang mengandalkan pengunjung dari Google, tentu hal ini menjadi hal yang krusial.

Apakah blog bisa berssing tahun 2026?
Saya rindu masa-masa ngeblog dulu. Betapa asyiknya membuat artikel, kemudian artikel itu dibaca banyak orang. Tentu itu adalah suatu kebanggaan dan kepuasan tersendiri, di samping untuk mengejar duit tentunya.

Di tahun 2026 ini, saya ingin kembali ngeblog, siapa tahu saya menemukan cara agar blog saya ada di peringkat atas. Namun, prioritas saya saat ini adalah menemukan solusi agar setiap artikel yang saya buat itu diindeks Google. Karena saya rasa buang-buang waktu kalau sudah bikin tulisan seperti ini, eh malah diabaikan Google.

Karena salah satu faktor besar yang membuat saya berhenti ngeblog adalah masalah indexing. Tapi, saya setelah saya berkunjung ke beberapa blog lain yang masih aktif mempublikasikan artikel baru, ada blog yang indeksnya cepat, ada pula yang lambat.

Saya sampai tanya ke Gemini tentang masalah ini. Nah, saya dapat insight kalau Google itu mengabaikan suatu link yang menyebabkan link itu tidak diindeks, itu karena kualitas postingan. Ketika Google meng-crawl blog kita, Google menilai apakah artikel di blog tersebut layak untuk diindeks atau tidak. Kalau informasinya terlalu generik, sudah dibahas di web lain, maka cenderung diabaikan.

Sedangkan kalau ada nilai tambah, ada perbedaan dengan web lain, maka Google pun mau mengindeksnya. Nah saya pun sempat bertanya tentang kriteria suatu artikel diindeks atau tidak, itu dari isi artikel. Kalau hanya parafrase saja, cenderung diabaikan. Dulu banyak blogger yang menulis ulang artikel di web lain (rewrite), hanya mengubah susunan kata dan padanan kata saja. Dulu cara ini adalah cara cepat untuk membuat artikel dengan minim effort. Namun, algoritma Google makin canggih. Artikel seperti itu dianggap sebagai artikel minim effort, sehingga tidak layak ditampilkan di mesin pencari.

Untuk blog ini, dulu saya isi dengan artikel AI. Memang diindeks, tapi lama-lama hilang, dan hanya menyisakan homepage saja. Nah, artikel ini adalah percobaan apakah nanti bakal diindeks atau tidak. Saya berusaha membuat artikel yang benar-benar effort, mencurahkan isi pikiran, harusnya sih diindeks. Apalagi artikelnya mulai panjang.

Masih worth it kah adsense untuk blog?
Kalaupun blog saya rame, saya akan gunakan untuk main affiliate, karena lebih menjanjikan ketimbang Adsennse. Akun Adsense saya gunakan untuk Youtube saja. Lagipula males ngajuin ke Adsense, belum tentu diterima juga. Kalaupun diterima, trafik harus ribuan. Kecuali kalau blog dengan target pengunjung USA. Sedangkan blog ini saya targetkan untuk pengunjung dari Indonesia.

Demikian curhatan yang nggak jelas ini. Terima kasih jika Anda membacanya sampai selesai. Maaf jika gaya bahasanya berantakan, sudah lama tidak membuat postingan seperti ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *